Ansor Sponsori Konsorsium OKP Lintas Agama

December 12, 2010 at 12:15 pm Leave a comment

Palu – Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) lintas agama di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) sepakat membentuk konsorsium, guna menguatkan harmonisasi kerukunan umat beragama berbasis pemuda di daerah mereka.

Ketua Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulteng, Sahran Raden, mengatakan kesepakatan tersebut diputuskan melalui grup diskusi terfokus yang dilaksanakan Ansor Sulteng di Palu, Rabu malam.

“Konsorsium yang disepakati itu tidak bersifat struktural, sehingga tidak perlu ada pengurusnya. Misalnya, tiga bulan ke depan tanggung jawab yang menggerakkan konsorsium ini adalah Ansor dan tiga bulan mendatang oleh GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia), begitu seterusnya,” kata Sahran, di Palu, Kamis.

Dia mengatakan, konsorsium tersebut akan melakukan konsolidasi organisasi lintas agama untuk selanjutnya melaksanakan gerakan bersama dalam rangka penguatan hubungan antarumat beragama.

Grup diskusi yang berlangsung hingga tengah malam itu mengangkat tema pluralisme dan menakar hubungan antarumat beragama berbasis pemuda.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 20 OKP di Provinsi Sulteng yang didominasi oleh OKP lintas agama.

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa salah satu fakta yang mencederai kerukunan umat beragama di lingkungan masyarakat umat beragama adalah masalah pembangunan rumah ibadah.

Fasilitator diskusi, Muhtadin Daeng Mustafa, mengatakan pembangunan rumah ibadah kerap kali menjadi problem di kalangan umat beragama di daerahnya, sehingga perlu dicarikan solusinya.

Karena itu, katanya, salah satu yang harus dilakukan adalah dialog antarumat beragama dengan pemerintah.

Menurut Muhtadin, jika pembangunan rumah ibadah tidak diselesaikan dengan bijak oleh pemerintah, tidak menutup kemungkinan mengakibatkan hubungan harmonisasi antarumat beragama terganggu.

Dalam diskusi itu juga terungkap adanya hambatan dan kesulitan bagi pemeluk agama yang berbeda dalam berkomunikasi, antara lain karena tidak adanya saling percaya.

SARA Dihapus

Sementara itu, akademisi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Datokarama Palu, Sagir M Amin, pada kesempatan itu mengatakan penggunaan istilah-istilah yang tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini, seperti suku, agama, ras, antargolongan (SARA), perlu ditinggalkan.

Istilah SARA, menurut dia, adalah produk rezim Orde Baru yang sengaja diciptakan oleh pemerintah ketika itu guna menekan terjadinya disharmonisasi dalam masyarakat, tetapi justru dengan istilah SARA tersebut telah membuat “gap” antarpemeluk agama.

“Saya sudah menyampaikan kepada anggota DPR, apakah bisa pemerintah membuat undang-undang yang melarang penggunaan istilah SARA, sehingga siapa saja yang menyebut-nyebut istilah ini dikenakan sanksi,” kata Amin menambahkan.(ANTARA)

Entry filed under: Berita. Tags: .

ANSOR Gelar Dialog Pluralisme Agama Alquran Tertua di Asia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Anda Pengunjung ke

  • 2,965 Orang

Pengumuman

Dengan Hormat,

PW Ansor Sulteng mengundang kader Ansor dan masyarakat untuk hadir dalam acara zikir akbar seribu jama'ah untuk umat dan bangsa pada Hari Jumat, 6 Mei 2011 pukul 15.30 WITA di Masjid Raya Donggala.

Mari berzikir untuk ketenangan dan kedamaian di tengah kebhinekaan.

Almanak

December 2010
M T W T F S S
« Nov   Apr »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Photo Ansor

konbes-ansor-edit

75 Tahun Ansor

Sukses-Muktamar

Boediono-Saifullah-Yusuf2

banser-gp-ansor blog

More Photos

Masukkan alamat email Anda untuk berlangganan ke blog ini dan menerima pemberitahuan posting baru melalui email.

Join 3 other followers


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.