Archive for July 19, 2010
Pembukaan PKL – Suasana pembukaan PKL GP Ansor NU se Sulawesi-Kalimantan di Kota Palu, 16 Juli 2010. Hadir pada acar pembukaan tersebut Wakil Gubenur Sulteng, Achmad Yahya, Sekjen PP Ansor Abdul Malik Haramain, Wakil Sekjen Maskut Candranegara, serta sejumlah tokoh NU Sulteng dan undangan lainnya.(foto: panpel)
Galeri Foto
Pembukaan PKL – Pembukaan PKL Ansor se Sulawesi-Kalimantan di Palu, 16 Juli 2010 dihadiri sejumlah kiyai, pejabat dan pengurus Ansor. Dari kiri ke kanan, Dr.Lukman S Thahir (Wakil Ketua Dewan Syurah PW NU Sulteng), Abdul Malik Haramain (Sekjen PP Ansor), Achmad Yahya (Wagub Sulteng), Kiflin Pajala (Wakil Ketua Tanfidz PW NU Sulteng), Sahran Raden (Ketua PW Ansor Sulteng). (foto : panpel)
Galeri Foto
Penyambutan dan Penyerahan Cendramata – Wagub Sulteng, Achmad Yahya disambut Sekjen PP Ansor Abdul Malik Haramain, dan Ketua PW Ansor Sulteng, Sahran Raden. Wagub juga menyerahkan cendramata kepada Sekjen PP Ansor Abdul Malik Haramain pada pembukaan PKL Ansor se Sulawesi-Kalimantan.(foto:panpel)
Ansor Siap Hadapi Kemajuan Dunia
Palu – Memasuki era dunia yang penuh persaingan dan kebebasan, GP Ansor menghadapi tantangan dan ujian yang sangat menentukan. Tentunya akan menjadi pertanyaan, dapatkah organisasi ini survive atau sebaliknya tenggelam ditelan gelombang kemajuan dan modernisasi. Bisa juga mengalami the lost of generation. Padahal spirit menjadi kader Ansor, adalah bagaimana selalu menjadi pemimpin perubahan dimanapun.
Sebagai langkah antisipasi ke depan, tak bisa dihindari, agar Ansor melakukan transformasi total dalam kerangka kerja global, dengan spirit nasionalisme sejati dan menyatukan kekuatan tradisi dan karakter yang dimilikinya.
Demikian dikatakan DR Lukman S Taher dalam pemaparannya pada Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) GP Ansor se Sulawesi dan Kalimantan, Ahad (19/07).
Diketahui kata Lukman Pemuda Indonesia, tengah berada di pusaran atmosfir masalah kritis yang serius, di tengah dunia yang tengah bersatu melawan musuh bersama, kemiskinan dan kelaparan. Tiap hari, menurut Word Food Program, terdapat 1,02 miliar setiap harinya warga dunia terjangkit kelaparan, dan 20 juta diantaranya adalah warga Indonesia.
”Angka pengangguran yang semakin mengganas di dunia, berdasarkan data ILO, organisasi buruh se-dunia, mencapai 212 juta jiwa, sementara di Indonesia masih menunjukkan angka 23 juta jiwa (12 Juta diantaranya dari kalangan pemuda). Program MDGS, The Millenium Development Goals, terus digulirkan untuk menunjukkan komitmen dan agenda bersama dari 192 negara untuk mencapai dunia yang lebih baik pada lima tahun ke depan 2015,” terangnya.
Persoalan di atas pada dasarnya secara langsung bersentuhan dengan sejauh mana peran Ansor dalam memberdayaan institusi, kader dan anggotanya disertai penguatan peran kader pemimpin muda dalam agenda demokratisasi dan penegakan nilai-nilai kemanusiaan universal.
Pertama, pemantapan nilai-nilai dan etika universal kemanusiaan melalui penghayatan keagamaan yang utuh, yang ditetapkan secara konsisten dalam konteks kehidupan kebangsaan. Ansor ikut memperkuat harmoni kehidupan yang plural dan majemuk, menghidupkan dialog, dan menumbuhkan suasana keterbukaan di antara keragaman suku, agama, ras ataupun golongan.
Sementara itu ketua PW GP Ansor Sulteng menambahkan untuk memperkuat kemandirian dan partisipasi publik dalam merespon persoalan kebangsaan dan kerakyatan saat ini, termasuk pro aktif dalam berbagai kebijakan publik yang pro rakyat.
Kemandirian yang tidak terjebak pada sikap pengasingan diri dan oposisi ekstrim, disertai kemampuannya menentukan sikap proaktif, kritis, dan terbuka. Era transisi menuju demokrasi membutuhkan adanya kekuatan yang terlembaga dengan baik, moderen dan profesional. Ansor merupakan kekuatan control terdepan, lembaga mitra pemerintah, dan juga ajang proses kaderisasi kepemimpinan negarawan muda.
Pengalaman GP Ansor mengusung nilai-nilai progresif, moderat, berkomitmen kuat pada pluralisme secara luas dan mampu mensinergikan pandangan keagamaan dengan kebangsaan secara utuh menjadikan Ansor termasuk sebagai lembaga kepemudaan sipil yang tangguh.
Sebagai the leader of change bersama segenap elemen bangsa lainnya, Ansor diharapkan menjadi lokomotif perubahan dan selalu berada pada garis depan dalam agenda transformasi sosial-ekonomi yang diharapkan untuk menyelamatkan negeri ini dengan kekuatan gerakan moral-visionernya. (hdy/mediaalkhairaat)





Komentar