Archive for January, 2010
Ansor Poso
Untuk sementara halaman masih dalam tahap penyusunan….
Ansor Kota Palu
Untuk sementara halaman masih dalam tahap penyusunan….
Kader Ansor Harus Siap Jadi Pemimpin
PALU – Pelaksana Harian (Plh) Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Tatang Hidayat mengatakan, kader GP Ansor harus siap menjadi pemimpin baik dalam organisasinya maupun di pemerintahan daerah.
“Kader GP Ansor harus siap menjadi pemimpin baik dalam organisasinya maupun di pemerintahan daerah, sebagaimana yang terjadi di Jawa Timur, Ketua Umum GP Ansor Pusat, Saifullah Yusuf yang kini menjadi wakil gubernur,” kata Tatang saat memberikan sambutan pada pembukaan Konferensi IV GP Ansor Wilayah Sulawesi Tengah, di Hotel Sentral Palu, Sabtu (17/1).
Namun menurutnya, GP Ansor bukanlah lembaga politik. Akan tetapi GP Ansor merupakan lembaga yang memiliki kanalisasi (jalur yang mengarah), ke arah politik, sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya.
“Karena kita bukan lembaga politik, maka kita tidak boleh terkotak-kotakan. Kita bukan cuma satu warna saja, silakan pilih partai mana saja yang anda minati,” ujar pemuda yang juga Satuan Koordinasii Nasional (Satkornas) Banser ini.
GP Ansor kata dia, adalah organisasi harus berada di tengah-tengah umat dan selalu melindungi masyarakat kecil. Ia juga mengatakan, GP Ansor bersama Banser NU, siap pula melindungi kaum minoritas.
Selain itu, GP Ansor siap untuk terus mendukung pemerintah. “Kader GP Ansor siap 24 jam untuk membantu program pemerintah,” tandas Tatang.
Ia meminta, kepada setiap kader GP Ansor, memiliki potensi pada dirinya maupun kepada organisasi. Yakni salah satunya dengan memiliki potensi ekonomi. Kata dia, seorang kader harus memikirkan pendapatan sebelum ia menjadi pemimpin di masyarakatnya.
Kemudian ia berpesan, Ansor menciptakan kontribusi bagi Pemerintah Daerah. “Untuk bisa menciptakan kontribusi dengan kader-kader profesional maka GP Ansor harus melakukan penguatan sinergi,” kata Tatang.
Konferensi IV yang dihadiri semua Pengurus Cabang (PC) kecuali Morowali itu, sebelumnya diawali dengan pelatikan PC GP Ansor Kota Palu dan Kabupaten Donggala oleh ketua domisioner Pengurus Wilayah GP Ansor Sulteng, Sirajuddin M Thayeb. Pada malam itu juga secara bijak mengatakan untuk tidak lagi mencalonkan menjadi ketua.
“Walaupun secara aturan organisasi saya masih dibolehkan mencalonkan. Namun karena ini organisasi kader, saya menyatakan untuk tidak lagi mancalonkan,” kata Sirajuddin.
berakhir dengan terpilihnya Sahran Raden secara aklamasi sebagai Ketua GP Ansor periode 2010-2014.
Sebagaimana diprediksi sebelumnya, Sekretaris GP Ansor Sulteng, Sahran Raden yang paling dijagokan sebalumnya, akhirnya terpilih secara aklamasi untuk memimpin GP Ansor Sulteng periode 2010-2014. Peserta konferensi menilai, salah satu kader terbaik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Palu itu memiliki kapasitas dan memenuhi persyaratan seperti diatur dalam peraturan dasar dan peraturan rumah tangga (PD/PDRT) GP Ansor. (MAL)
Sahran Raden Pimpin GP Ansor Sulteng
Palu – Mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Sahran Raden, terpilih menjadi ketua Ansor Sulawesi Tengah periode 20010-2014.
Sahran terpilih menggantikan Sirajuddin M Tayeb lewat konfrensi wilayah (Konferwil) IV yang berlangsung di Hotel Sentral Palu, Minggu (17/1) dini hari.
Sahran mendapat dukungan delapan suara dari delapan cabang yang berhak memilih. Tiga cabang lainnya, yakni Morowali, Banggai Kepulauan, dan Buol tidak hadir dalam konferwil tersebut.
Konferwil kali ini berlangsung lancar dan mulus, meski panitia tidak membuka pendaftaran bakal calon. Bakal calon diajukan oleh peserta. Sesuai ketentuan tata tertib pemilihan, jika bakal calon hanya satu orang, otomatis terpilih sebagai ketua.
Karena Sahran hanya satu-satunya bakal calon yang diajukan peserta, pimpinan sidang, Plt Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Tatang, akhirnya mensahkan Sahran Raden sebagai ketua terpilih.
Wagub Sanjung Ansor
Wakil Gubernur Sulteng, Ahmad Yahya, pada pembukaan konferwil IV menyanjung Ansor karena dinilai telah memberikan andil dalam gerakan kepemudaan dan kemasyarakatan di Sulteng. Sesuai namanya, Ansor adalah penolong, ia berharap kader-kader Ansor akan selalu tampil sebagai penolong.
Ahmad Yahya mengaku, mengetahui banyak tentang Ansor, melalui beberapa sahabatnya yang menjadi aktivis pemuda Ansor. Bahkan kata dia, saudara kandungnya pernah menjadi pengurus Ansor di Sulawesi Selatan.
Ketua DPD Partai Demokrat itu mengatakan, Ansor sebagai bagian tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama (NU) merupakan asset bangsa yang perlu dipelihara. Dia mengakui, NU selama ini sangat konsisten dalam memperjuangkan pluralisme beragama, berbangsa dan bernegara.
Lebih Maju Lagi
Mantan Ketua PW Ansor Sulteng, Sirajuddin M Tayeb, merasa legah karena laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2005-2009 diterima oleh peserta konferwil tanpa catatan.
Meski begitu, Sirajuddin mengatakan, apa yang dilakukan Ansor saat ia menjadi ketua masih kurang sehingga perlu dilanjutkan dan dimajukan oleh pengurus periode 2010-2015. Sirajuddin berharap, Ansor Sulteng dibawah tangan Sahran Raden lebih maju lagi.
Sejak Sirajuddin memimpin Ansor pasca Abdullah Latopada, tidak sedikit karya yang ditorehkannya. Salah satunya menghidupkan Banser Ansor dengan dua kali pendidikan sebanyak 150 orang. Selain itu, Ansor juga melakukan konsolidasi organisasi dan kegiatan partisipasi seperti kemah pemuda lintas agama di Makassar.***





Komentar